Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Sakiti Saudaramu di Hari Lebaran - Ustadz Aris Munandar

Kabeldakwah.com

Jangan Sakiti Saudaramu di Hari Lebaran

Sering kali suasana bahagia di hari lebaran berubah menjadi suasana tidak nyaman dan sedih dikarenakan ulah sejumlah orang yang tidak punya empati dengan kondisi dan keadaan orang lain.

Orang beradab adalah orang yang tidak suka kepo dengan sesuatu yang bukan urusannnya dan tidak mengeluarkan komentar yang merusak kenyamanan hati dan perasaan orang lain.

“Kapan lulus kuliah?”

“Kapan nikah?”

“Belum punya momongan ya?”

“Isterimu sudah ‘isi’ atau belum?”

“Kok belum kerja kerja padahal sudah lulus kuliah?”

“Wah sekarang makin gemuk dan subur”

“Sekarang banyak mengalami ‘kemajuan’ ke depan dan ke samping”

“Sudah hamil berapa bulan, Mas?”

“Sekarang kok kurus amat sih?”

Muslim berkualitas adalah orang yang meninggalkan hal-hal yang bukan urusan dan kepentingannya. Muslim sejati adalah orang yang tidak menyakiti orang lain dengan kata-kata atau pun dengan perbuatan.

عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ: يُكْرَهُ أَنْ يُحِدَّ الرَّجُلُ إِلَى أَخِيهِ النَّظَرَ، أَوْ يُتْبِعَهُ بَصَرَهُ إِذَا وَلَّى، أَوْ يَسْأَلَهُ: ‌مِنْ ‌أَيْنَ جِئْتَ، وَأَيْنَ تَذْهَبُ؟

Mujahid, seorang ulama tabiin mengatakan, “Tidak disukai (baca: perilaku buruk) menatap dengan tajam ke arah orang lain, memandangi orang yang beranjak pergi dan bertanya ‘dari mana?’ ‘mau ke mana?’ Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad no 771.

Di antara akhlak buruk adalah menatap tajam kepada orang lain apalagi tatapan tajam tersebut ditujukan kepada orang yang wajib dihormati semisal orang tua, guru dan dosen, guru ngaji.

Tatapan tajam ke arah orang yang diakui sebagai guru ngaji yang sudah memberikan banyak ilmu adalah perilaku murid durhaka.

Demikian pula di antara perilaku buruk adalah manakala ada orang yang berpamitan hendak meninggalkan suatu forum lantas ada tatapan mata mengikuti langkah kepergian orang tersebut.

Kepo dengan urusan pribadi orang lain adalah perilaku tercela semisal bertanya ‘sebelum ke sini tadi ke mana dulu, Mas’ kepada orang yang baru saja ditemui.

Dengan pula pertanyaan, “setelah ini lanjut ke mana, Mas’. Karena sekedar pengen tahu dan boros dalam berkata-kata (fudhūl kalam) tanpa diiringi dengan ngasih uang transportasi.

Salah satu kepo yang tercela adalah mengisi obrolan dengan pertanyaan tentang umur dan kapan tahun lahir mitra bicara.

صفة الصفوة (1/ 437):

وعن الربيع قال سال رجل الشافعي عن سنه قال ‌ليس ‌من ‌المروءة ان يخبر الرجل بسنه سال رجل مالكا عن سنه فقال اقبل على شانك.

Suatu ketika ada orang yang bertanya kepada Imam asy-Syafii tentang umur beliau.

Jawaban Imam asy-Syafii, “Bukan perilaku yang elok memberi tahu umur. Dulu ada orang yang bertanya kepada Imam Malik mengenai umur beliau.

Jawaban Imam Malik, ‘Urusi saja yang jadi urusanmu’”.

قال لنا ابو بكر بن ابي طاهر وجدت في هذه الحكاية زيادة من رواية اخرى: ‌ليس ‌من ‌المروءة ان يخبر الرجل بسنه لانه ان كان صغيرا استحقروه وان كان كبيرا استهرموه.

Di versi yang lain, jawaban Imam asy-Syafii adalah “Bukan perilaku elok memberi tahu umur. Karena jika umurnya masih belia orang-orang yang mendengar dan mengetahuinya akan meremehkan orang tersebut.

Sebaliknya, jika ternyata umurnya sudah senior orang-orang akan menganggapnya sudah tua renta” Shifah ash-Shafwah karya Ibnu Jauzi 1/437.

Mari jaga lisan baik-baik pada hari-hari biasa terlebih saat hari raya. Jaga kata-kata yang meluncur dari lidah kita. Hati-hati dalam berkomentar. Timbang baik-baik ketika hendak menulis status medsos.

Jika kita belum bisa menyenangkan dan membuat bahagia orang lain minimal jangan buat sedih dan jangan nodai kegembiraan hati orang lain.

Oleh: Ust. Dr. Aris Munandar

https://www.kabeldakwah.com

KabeL DakwaH
KabeL DakwaH Owner Gudang Software Ryzen Store dan Jasa Pembuatan Barcode BBM Se-Nusantara Indonesia

Posting Komentar untuk "Jangan Sakiti Saudaramu di Hari Lebaran - Ustadz Aris Munandar"